Sabtu, 25 Juni 2011

Macam-macam arus sungai (Main Stream) :
  1. Lidah Air (the tongue) : berbentuk “V”, dan untuk memudahkan bergeraknya perahu maka pilihlah lidah air yang lebih besar.
  2. Standing Wave : membentuk obak, apabila lebih dari 3 meter disebut haystacks dan tidak safety untuk dilewati.
  3. Arus Balik (Reverse Stream) :  arus berputar ke atas karena perubahan bidang. Macam-macam arus balik yaitu :
  • Hole : batu yang berada di bawah permukaan air dan menghalangi arus air.
  • Hydraulic : arus air yang turun secara vertikal menyebabkan arus berputar di bawah dan dia putarannya lebih besar.
  • Back Curling : dasar sungai yang cukup terjal, menyebabkan arus sungai menjadi sangat kuat.
  • Eddy : tempat dimana aliran sungai berhenti atau mengalir ke atas (hulu) sungai secara horisontal.
  • Flat : tenang.
  • Stopper : ornamen sungai yaitu batuan yang terlihat dipermukaan air.
  • Strainer : sesuatu yang menghalangi arus utama (ranting / pohon).
  • Undercut : terkikisnya dinding sungai hingga membentuk rongga.
  • Bottleneek : penyempitan dinding sungai, dapat menyebabkan arus mengalir lebih cepat.
  • Jeram : alir deras dan cepat dan bertaburan diantara banyak batu dari berbagai ukuran dan sekaligus membentuk arus balik.
  • pendangkalan sungai (shallow) : membuat permukaan air menjadi turun.
  • pilou : batuan yang ditutupi air.
  • bolder : batuan yang tampak pada permukaan air tapi lebih kecil dari stopper.

Jumat, 24 Juni 2011

lihatlah alam disekeliling kita

Kemarahan Alam
Mungkinkah kini alam mulai bosan bernafas bersama manusia?
Lihatlah ketika malam mulai menutup cahaya,

Amarahnyaa sanggup meledak memecah kegelapan.

Dan ketika mentari membuka jendela langit,

tak ada lagi embun, angin sejuk, atau tawa dedaunan yang menyambut sang surya.

Noktah kemarahan telah menjadi gemuruh

Menggeliat dalam gerak alam yang merencanakan pemberontakan

Bencana, kemarahan alam mungkin adalah kemurkaan Tuhan

Kemurkaan atas segala dosa dan kesalahan.

Kesalahan para manusia yang telah melupakan asal-usulnya.

Dan sekarang lihatlah!

Saat manusia mulai merasakan amarah-Nya,

mereka hanyalah bagaikan debu-debu kecil yang berterbangan

mencari perlindungan dari terpaan badai.

Masihkan kita mendustainya?

Masihkan kita belum kembali kepada-Nya?

Kembali kepada Zat yang telah memberikan kehidupan,

Dan memperbaiki makna dan tujuan kehidupan yang telah kita rusak.

tarjamah II


PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN


Transliterasi huruf-huruf Arab ke dalam huruf-huruf Latin yang dipakai dalam penyusunan skripsi ini berpedoman kepada Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 158/1987 dan 0543b/U/1987.  

I.             Konsonan Tunggal

Huruf Arab

Nama

Huruf latin

Nama
ا
alif
tidak dilambangkan
tidak dilambangkan
ب
ba’
B
Be
ت
ta’
T
Te
ث
sa’

S|

es (dengan titik di atas)
ج
jim
J
Je
ح
ha’
H{
ha (dengan titik di bawah)
خ
kha’
kh
ka dan ha
د
dal
D
De
ذ
zal
z|
zet (dengan titik di atas)
ر
ra’
R
Er
ز
zai
Z
Zet
س
sin
S
Es
ش
syin
Sy
es dan ye
ص
sad
s}
es (dengan titik di bawah)
ض
dad
d}
de (dengan titik di bawah)
ط
ta’
T}
te (dengan titik di bawah)
ظ
za’
Z}
zet (dengan titik di bawah)
ع
‘ain
Koma terbalik di atas
غ
gain
G
Ge
ف
fa’
F
Ef
ق
qaf
Q
Qi
ك
kaf
K
Ka
ل
lam
L
‘el
م
mim
M
‘em
ن
nun
N
‘en
و
waw
W
W
ه
ha’
H
Ha
ء
hamzah
Apostrof
ي
ya’
Y
Ye



II.          Konsonan Rangkap karena Syaddah ditulis rangkap
سنة
ditulis 
sunnah
علة
ditulis 
‘illah







III.       Ta’ Marbu>t{ah di akhir kata
a.       Bila dimatikan ditulis dengan h  
المائدة
ditulis 
al-Mā’idah
اسلامية
ditulis  
Islāmiyyah 

(Ketentuan ini tidak diperlukan kata-kata arab yang sudah terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti zakat, salat dan sebagainya, kecuali bila dikehendaki lafal aslinya).
b.      Bila diikuti dengan kata sandang “al” serta bacaan kedua itu terpisah, maka ditulis dengan h.
مقارنة المذاهب
ditulis
Muqāranah al-ma z||āhib

IV. Vokal Pendek
1.
----َ----
Fath}ah{ 
Ditulis
a 
2.
----ِ----
kasrah 
ditulis 
i 
3.
----ُ----
d}ammah 
ditulis 
u 


IV.       Vokal Panjang
1.
fath}ah{ + alif
ditulis
a>

إستحسان

ditulis
Istih{sân
2.
Fath}ah{ + ya’ mati
ditulis
a>

أنثى

ditulis
Uns\|a>
3.
Kasrah + yā’ mati
ditulis
i>

العلواني

ditulis
al-‘Ālwānī
4.
D}ammah + wāwu mati
ditulis
u> 

علوم

ditulis
‘Ulu>m
V.          Vokal Rangkap
1.
Fath}ah{ + ya’ mati
غيرهم
ditulis 
ditulis 
ai  
Gairihim
2.
Fath}ah{ + wawu mati  

قول

ditulis   
ditulis  
au    
Qaul  

VI.       Vokal Pendek yang Berurutan dalam Satu Kata Dipisahkan dengan Apostrof
أأنتم
ditulis 
a’antum
أعدت
ditulis 
uiddat
لئن شكـرتم
ditulis 
la’in syakartum

VII.    Kata Sandang Alif +Lam
a.       Bila diikuti huruf Qamariyyah
القرأن
ditulis 
al-Qur’a>n 
القياس
ditulis  
al-Qiya>s 

b.      Bila diikuti huruf  Syamsiyyah  ditulis dengan menggunakan huruf Syamsiyyah yang mengikutinya, serta menghilangkan huruf  l (el)nya.

الرسالة
ditulis 
ar-Risālah
النساء
ditulis 
an-Nisā’


VIII. Penulisan Kata-kata dalam Rangkaian Kalimat
Ditulis menurut penulisannya

أهل الكتاب
ditulis 
Ahl al-Kita>b
أهل السنة
ditulis
Ahl as-Sunnah